Kamis, 09 Mei 2019

contoh dokumen perencanaan pengujian kendaraan bab 1

PENINGKATAN KEDISIPLINAN  PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR WAJIB UJI DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP
BAB I PENDAHULUAN

baca juga perencanaan dan angka kreditnya atau pengertian dan istilah dalam perencanaan
  1. Latar Belakang Permasalahan
Penyajian Latar Belakang Masalah (II.a.11 = 0,1)
Transportasi pada dasarnya merupakan proses yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sebab hampir semua aktivitas manusia baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun dalam bidang-bidang lainnya tidak dapat terlepas dari proses transportasi.
Kendaraan bermotor sebagai salah satu alat pendukung mobilitas saat ini telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi. Oleh sebab itu agar dapat berfungsi secara maksimal maka kesehatan dan kelayakan operasionalnya harus senantiasa dirawat dan dijaga, selain karena untuk alasan kenyamanan juga demi untuk alasan keamanan.
Kondisi kendaraan bermotor yang tidak layak beroperasi berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Adapun kondisi fisik kendaraan bermotor yang sudah tua, mesin sering mogok, badan dan kursi reyot, atap yang bocor tentunya akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna maupun penumpangnya.

Sementara kondisi mesin kendaraan bermotor yang kurang baik akan berpotensi menimbulkan masalah polusi seperti polusi udara, polusi getaran dan polusi suara (ilustrasi sebagaimana pada Gambar 1).
<<<<<maaf gambarnya belom ada>>>>>
Guna menjamin kesehatan dan kelayakan operasionalnya, maka penting untuk dilakukan pengujian atas suatu kendaraan bermotor secara berkala meskipun pada faktanya hingga saat ini ketentuan wajib uji baru bagi kendaraan bermotor baru diterapkan sebatas pada kendaraan angkutan umum dan angkutan barang dalam bentuk uji kendaraan berkala (KIR).
<<<<<maaf gambarnya belom ada>>>>>
Gambar 1.2 : Pengecekan Kondisi Fisik Kendaraan Umum
  1. Identifikasi Permasalahan
Menentukan Jenis Permasalahan Yang Dihadapi (II.a.16 = 0,1)
Pengumpulan data sekunder (II.a.3 = 0,1)
Jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR di Kabupaten Cilacap dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (tahun 2013-2017) menunjukan pola perkembangan yang fluktuaktif dari tahun ke tahun sebagaimana dapat dilihat pada diagram1.1 dan tabel 1.1 berikut :

Tabel 1.1
Jumlah Kendaraan yang melakukan Pengujian di Kabupaten Cilacap
Tahun 2013 sd 2017
Kendaraan/ Tahun
Bus
Truk
Tangki
Tronton
Pick Up
Tahun 2013
1.784
4.913
36
1.138
8.604
Tahun 2014
2.025
5.667
140
1.202
10.275
Tahun 2015
1.520
4.671
292
744
9.397
Tahun 2016
1.651
5.794
309
549
10.797
Tahun 2017
1.798
5.741
339
508
11.214
Sementara berdasarkan database SIM PKB Kabupaten Cilacap tercatat pada tahun 2017 jumlah Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) diwilayah Kecamatan Adipala adalah sebanyak 891 kendaraan. Dari jumlah tersebut yang aktif melakukan pengujian hanya sebanyak 334 KBWU atau baru mencapai 37,48%. Sedangkan sisanya sebanyak 557 KBWU atau mencapai 62,52% tercatat tidak aktif melakukan pengujian. Kondisi ini dapat digambarkan dalam diagram 1.2 sebagai berikut :  
Diagram 1.2  : Jumlah KBWU Aktif dan Pasif di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap Tahun 2017

Berdasarkan diagram dapat dilihat bahwa rasio antara KBWU aktif dengan KBWU pasif masih cukup timpang sehingga mengindikasikan masih belum optimalnya ketertiban dalam pengujian Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, berikut daftar KBWU Pasif Kecamatan Adipala.
Tabel 1.2
Daftar KBWU Pasif di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap 

No
Kendaraan
Nama pemilik
Alamat


Kodifikasi data (II.a.5 = 0,1)
Pemasukan data (II.a.6 = 0,1)
Tabulasi data (II.a.7 = 0,1)
Pengolahan data (II.a.8 = 0,2)
Mereview Kelengkapan data (II.a.9 = 0,16)
Pembuatan diagram dan Tabel (II.a.10 = 0,1)

Apabila ditinjau lebih lanjut, permasalahan belum optimalnya ketertiban dalam pengujian KBWU di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap setidak-tidaknya dapat disebabkan oleh 2 (dua) faktor utama, yaitu :
1.   Masih rendahnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat pemilik Kendaraan Bermotor Wajib Uji diwilayah Kecamatan Adipala dalam melaksanakan pengujian KIR atas kendaraan bermotor yang mereka miliki; dan
2.   Masih lemahnya pengawasan dan pengendalian terhadap KBWU diwilayah Kecamatan Adipala.
Jika permasalahan ini tidak segera ditangani dan dibiarkan terus-menerus terjadi, maka selain berpotensi akan menimbulkan kerawanan bahaya kecelakaan lalu lintas juga mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan asli daerah Kabupaten Cilacap dari sektor retribusi pengujian kendaraan bermotor, khususnya yang berasal dari wilayah Kecamatan Adipala.
Guna memudahkan dalam melihat hubungan sebab dan akibat dari uraian identifikasi permasalahan diatas, maka dapat disusun diagram pohon masalahnya sebagai berikut :
Menyusun asumsi / hipotesa model (II.b.4 = 0,16)
Diagram 1.3  : Pohon Masalah belum optimalnya ketertiban dalam pengujian Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di Kecamatan Adipala
 <<<Gambar pohon masalah belom ada>>>

C. TUJUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN
Memformulasikan sajian untuk analisis (II.a.12 = 0,2)
Sejalan dengan latar belakang dan identifikasi permasalahan yang diuraikan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penyusunan perencanaan ini adalah pada tahun 2018 ketertiban dalam pengujian kendaraan bermotor wajib uji di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap akan semakin meningkat, yang ditandai dengan peningkatan persentase KBWU aktif pada akhir tahun 2018 hingga mencapai 75% dan tersusunnya dokumen potensi KBWU di kecamatan Adipala
Dengan peningkatan persentase KBWU aktif diharapkan dapat semakin meminimalisir jumlah angka kecelakaan yang disebabkan oleh KBWU yang tidak laik/layak  jalan serta dapat pula meningkatkan perolehan realisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Cilacap dari sektor retribusi pengujian kendaraan bermotor, khususnya yang berasal dari wilayah Kecamatan Adipala.

D. SISTIMATIKA PENULISAN PERENCANAAN
Sistimatika penyusunan rencana ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
B.   IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
C.   TUJUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN
D.  SISTEMATIKA PENULISAN PERENCANAAN
BAB II PERUMUSAN DAN PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
A.   PERUMUSAN ALTERNATIF SOLUSI
B.   PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
BAB III PERANCANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN
BAB IV RENCANA MONITORING DAN EVALUASI
BAB V PENUTUP
A.   KESIMPULAN
B.   SARAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar