Rabu, 15 Mei 2019

Angkutan Lebaran 2019

Angkutan Lebaran Tahun 2019 di Kabupaten Cilacap
Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap melakukan persiapan kepada seluruh moda transportasi menjelang Angkutan Lebaran (Angleb) 2019. Kepala Dishub Kab Cilacap meminta kepada seluruh stake holder mempersiapkan angkutan lebaran tahun 2019 dengan baik demi keselamatan dan kelancaran pada arus mudik dan balik.

“Kami mengumpulkan stakeholder agar secara intensif menyiapkan Angleb tahun ini lebih baik,” kata Kadishub Kab. Cilacap di Cilacap Senin (15/5/19) siang.


Kadishub Kab. Cilacap menjelaskan, pihaknya akan mendorong agar isu keselamatan menjadi isu yang dikemukakan pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini, selain tetap memperhatikan kelancaran arus mudik.

Ada potongan harga untuk yang mau bayar Listrik, BPJS, PDAM, Pulsa, Kuota dan Telkom :



Pemasangan Baliho Keselamatan Lalu lintas


Persiapan Terminal dan Dermaga dalam menghadapi angleb 2019

“Saya mendorong agar rampcheck pada seluruh moda dapat dilakukan, juga harus memastikan agar juru mudi sehat, “papar Kadishub Kab. Cilacap.

Personil rampcheck Dishub Kab. Cilacap



Pantauan CCTV Angleb Dishub Kab Cilacap

Pemasangan Stiker Angleb 2019




Jumat, 10 Mei 2019

contoh dokumen perencanaan pengujian kendaraan bab II


BAB II PERUMUSAN DAN PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
 PERUMUSAN ALTERNATIF SOLUSI
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka diperlukan metode yang tepat sehingga akar permasalahan dapat diselesaikan. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan belum optimalnya ketertiban dalam pengujian Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di Kecamatan Adipala adalah dengan metode Analisis Pohon Harapan. Metode ini membalikkan permasalahan yang telah ditemukan dari analisis pohon masalah menjadi harapan yang ingin dicapai gambar 2.1 berikut :


ADANYA POTENSI PAD SEKTOR PKB

Sebab

KENDARAAN BERMOTOR LAIK JALAN


Peningkatan Pengawasan dan pengendalian terhadap KBWU

Peningkatan disiplin pengguna/ pemilik KBWU untuk melakukan pengujian secara berkala
 
Diagram 2.1  : Pohon Harapan untuk Meningkatkan Ketertiban dalam Pengujian KBWU di Kecamatan Adipala
Dari analisis pohon harapan yang telah dilakukan, dapat dirumuskan sebanyak 2 (dua) alternatif solusi untuk mewujudkan “Peningkatan Ketertiban Dalam Pengujian KBWU di Kecamatan Adipala”, yaitu :
Peningkatan Pengawasan dan pengendalian terhadap KBWU;
Peningkatan disiplin pengguna/ pemilik KBWU untuk melakukan pengujian secara berkala.

PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
    Dalam rangka untuk menentukan solusi terbaik, maka kedua alternatif solusi yang telah dirumuskan berdasarkan analisis pohon harapan akan dikaji lebih mendalam dengan menggunakan pembobotan melalui pendekatan metode USG (Urgency, Seriousness dan Growth).  Ruang lingkup kajian melalui pendekatan metode USG ini meliputi:
    a.    Urgency (U), yaitu memilih strategi yang memenuhi kriteria seberapa mendesak harus dibahas, dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta tekanan waktu tersebut. 
    b.   Seriousness (S), yaitu memilih strategi yang memenuhi kriteria seberapa serius perlu dibahas, dikaitkan dengan akibat yang akan timbul dengan penundaan pemecahan masalah tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain jika masalah penyebab tidak dipecahkan. 
    c.    Growth (G), yaitu memilih strategi yang memenuhi kriteria kemungkinan- kemungkinannya menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab yang akan makin memburuk kalau dibiarkan. 
    Proses proses pengkajian atas kedua alternatif solusi melalui pendekatan metode USG dapat dijabarkan dalam tabel 2.1 berikut :
    Tabel 2.1  Pengkajian Alternatif Berdasarkan Metode USG
    NO
    STRATEGI UTAMA
    BOBOT 1 sd 5
    TOTAL
    PERINGKAT
    U
    S
    G
    1
    Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian terhadap KBWU.
    5
    5
    5
    15
    1
    2
    Peningkatan disiplin pengguna/ pemilik KBWU untuk melakukan pengujian secara berkala.
    3
    3
    3
    12
    2
    Keterangan bobot:
    5 = sangat tinggi;  4 = tinggi;  3 = cukup tinggi;  2 = rendah; 1 = sangat rendah 
    Berdasarkan hasil kajian metode USG dalam tabel 2.1 diatas, maka dapat diketahui bahwa strategi Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian Terhadap KBWU mendapatkan hasil skoring pembobotan yang lebih tinggi daripada strategi Peningkatan Disiplin Pengguna/ Pemilik KBWU untuk Melakukan Pengujian Secara Berkala.
    Dengan demikian strategi utama yang dipilih untuk mewujudkan “Peningkatan Ketertiban Dalam Pengujian KBWU di Kecamatan Adipala” pada tahun 2018 adalah berupa “peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap KBWU”.

    Kamis, 09 Mei 2019

    contoh dokumen perencanaan pengujian kendaraan bab 1

    PENINGKATAN KEDISIPLINAN  PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR WAJIB UJI DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP
    BAB I PENDAHULUAN

    baca juga perencanaan dan angka kreditnya atau pengertian dan istilah dalam perencanaan
    1. Latar Belakang Permasalahan
    Penyajian Latar Belakang Masalah (II.a.11 = 0,1)
    Transportasi pada dasarnya merupakan proses yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sebab hampir semua aktivitas manusia baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun dalam bidang-bidang lainnya tidak dapat terlepas dari proses transportasi.
    Kendaraan bermotor sebagai salah satu alat pendukung mobilitas saat ini telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi. Oleh sebab itu agar dapat berfungsi secara maksimal maka kesehatan dan kelayakan operasionalnya harus senantiasa dirawat dan dijaga, selain karena untuk alasan kenyamanan juga demi untuk alasan keamanan.
    Kondisi kendaraan bermotor yang tidak layak beroperasi berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Adapun kondisi fisik kendaraan bermotor yang sudah tua, mesin sering mogok, badan dan kursi reyot, atap yang bocor tentunya akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna maupun penumpangnya.

    Sementara kondisi mesin kendaraan bermotor yang kurang baik akan berpotensi menimbulkan masalah polusi seperti polusi udara, polusi getaran dan polusi suara (ilustrasi sebagaimana pada Gambar 1).
    <<<<<maaf gambarnya belom ada>>>>>
    Guna menjamin kesehatan dan kelayakan operasionalnya, maka penting untuk dilakukan pengujian atas suatu kendaraan bermotor secara berkala meskipun pada faktanya hingga saat ini ketentuan wajib uji baru bagi kendaraan bermotor baru diterapkan sebatas pada kendaraan angkutan umum dan angkutan barang dalam bentuk uji kendaraan berkala (KIR).
    <<<<<maaf gambarnya belom ada>>>>>
    Gambar 1.2 : Pengecekan Kondisi Fisik Kendaraan Umum
    1. Identifikasi Permasalahan
    Menentukan Jenis Permasalahan Yang Dihadapi (II.a.16 = 0,1)
    Pengumpulan data sekunder (II.a.3 = 0,1)
    Jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR di Kabupaten Cilacap dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (tahun 2013-2017) menunjukan pola perkembangan yang fluktuaktif dari tahun ke tahun sebagaimana dapat dilihat pada diagram1.1 dan tabel 1.1 berikut :

    Tabel 1.1
    Jumlah Kendaraan yang melakukan Pengujian di Kabupaten Cilacap
    Tahun 2013 sd 2017
    Kendaraan/ Tahun
    Bus
    Truk
    Tangki
    Tronton
    Pick Up
    Tahun 2013
    1.784
    4.913
    36
    1.138
    8.604
    Tahun 2014
    2.025
    5.667
    140
    1.202
    10.275
    Tahun 2015
    1.520
    4.671
    292
    744
    9.397
    Tahun 2016
    1.651
    5.794
    309
    549
    10.797
    Tahun 2017
    1.798
    5.741
    339
    508
    11.214
    Sementara berdasarkan database SIM PKB Kabupaten Cilacap tercatat pada tahun 2017 jumlah Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) diwilayah Kecamatan Adipala adalah sebanyak 891 kendaraan. Dari jumlah tersebut yang aktif melakukan pengujian hanya sebanyak 334 KBWU atau baru mencapai 37,48%. Sedangkan sisanya sebanyak 557 KBWU atau mencapai 62,52% tercatat tidak aktif melakukan pengujian. Kondisi ini dapat digambarkan dalam diagram 1.2 sebagai berikut :  
    Diagram 1.2  : Jumlah KBWU Aktif dan Pasif di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap Tahun 2017

    Berdasarkan diagram dapat dilihat bahwa rasio antara KBWU aktif dengan KBWU pasif masih cukup timpang sehingga mengindikasikan masih belum optimalnya ketertiban dalam pengujian Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, berikut daftar KBWU Pasif Kecamatan Adipala.
    Tabel 1.2
    Daftar KBWU Pasif di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap 

    No
    Kendaraan
    Nama pemilik
    Alamat


    Kodifikasi data (II.a.5 = 0,1)
    Pemasukan data (II.a.6 = 0,1)
    Tabulasi data (II.a.7 = 0,1)
    Pengolahan data (II.a.8 = 0,2)
    Mereview Kelengkapan data (II.a.9 = 0,16)
    Pembuatan diagram dan Tabel (II.a.10 = 0,1)

    Apabila ditinjau lebih lanjut, permasalahan belum optimalnya ketertiban dalam pengujian KBWU di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap setidak-tidaknya dapat disebabkan oleh 2 (dua) faktor utama, yaitu :
    1.   Masih rendahnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat pemilik Kendaraan Bermotor Wajib Uji diwilayah Kecamatan Adipala dalam melaksanakan pengujian KIR atas kendaraan bermotor yang mereka miliki; dan
    2.   Masih lemahnya pengawasan dan pengendalian terhadap KBWU diwilayah Kecamatan Adipala.
    Jika permasalahan ini tidak segera ditangani dan dibiarkan terus-menerus terjadi, maka selain berpotensi akan menimbulkan kerawanan bahaya kecelakaan lalu lintas juga mengakibatkan hilangnya potensi pendapatan asli daerah Kabupaten Cilacap dari sektor retribusi pengujian kendaraan bermotor, khususnya yang berasal dari wilayah Kecamatan Adipala.
    Guna memudahkan dalam melihat hubungan sebab dan akibat dari uraian identifikasi permasalahan diatas, maka dapat disusun diagram pohon masalahnya sebagai berikut :
    Menyusun asumsi / hipotesa model (II.b.4 = 0,16)
    Diagram 1.3  : Pohon Masalah belum optimalnya ketertiban dalam pengujian Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) di Kecamatan Adipala
     <<<Gambar pohon masalah belom ada>>>

    C. TUJUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN
    Memformulasikan sajian untuk analisis (II.a.12 = 0,2)
    Sejalan dengan latar belakang dan identifikasi permasalahan yang diuraikan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penyusunan perencanaan ini adalah pada tahun 2018 ketertiban dalam pengujian kendaraan bermotor wajib uji di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap akan semakin meningkat, yang ditandai dengan peningkatan persentase KBWU aktif pada akhir tahun 2018 hingga mencapai 75% dan tersusunnya dokumen potensi KBWU di kecamatan Adipala
    Dengan peningkatan persentase KBWU aktif diharapkan dapat semakin meminimalisir jumlah angka kecelakaan yang disebabkan oleh KBWU yang tidak laik/layak  jalan serta dapat pula meningkatkan perolehan realisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Cilacap dari sektor retribusi pengujian kendaraan bermotor, khususnya yang berasal dari wilayah Kecamatan Adipala.

    D. SISTIMATIKA PENULISAN PERENCANAAN
    Sistimatika penyusunan rencana ini adalah sebagai berikut :
    BAB I PENDAHULUAN
    A.   LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
    B.   IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
    C.   TUJUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN
    D.  SISTEMATIKA PENULISAN PERENCANAAN
    BAB II PERUMUSAN DAN PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
    A.   PERUMUSAN ALTERNATIF SOLUSI
    B.   PENGKAJIAN ALTERNATIF SOLUSI
    BAB III PERANCANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN
    BAB IV RENCANA MONITORING DAN EVALUASI
    BAB V PENUTUP
    A.   KESIMPULAN
    B.   SARAN